Senin, 19 Januari 2009

BANGKITLAH BENGKULU

Mari kita nyanyikan bersama lagu dengan lyrics lagu Bangkitlah Negeriku dari Shoutul Harakah Karya : Ust. Tate Qomaruddin, Lc.

Tatap tegaplah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia

Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan

Reff.
Bangkitlah Bengkulu
Harapan itu masih ada
Berjuanglah Bengkulu
Jalan itu masih terbentang

Selama matahari bersinar
Selama kita terus berjuang
Selama kita satu berpadu
Jayalah Erni-ku jayalah

Kamis, 18 Desember 2008

Antara menang dan meminta menang


Ketika suami saya membaca Risalah Nukhbawiyah majalah kader PKS DKI Jakarta, terdapat pemaparan hasil wawancara kepada seluruh caleg DPR-RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta mengenai tiga hal, yaitu Makna menjadi caleg, strategi untuk menang dan arti kemenangan. Maka ia kemudian menanyakan 3 hal tersebut kepada saya, bak seorang wartawan yang profesional ia menanyaiku sebagai berikut:

Menurut ibu apa makna menjadi caleg dari PKS?
Menjadi caleg adalah sebuah amanah sebuah kepercayaan yang diberikan oleh jamaah dakwah ini untuk menjalankan tugas dakwah, khususnya dalam kerja politik. Kepercayaan ini memberikan penjelasan bahwa pengemban amanah telah dinilai memiliki potensi, kemampuan atau kapasitas yang dibutuhkan dalam rangka keberhasilan kerja dakwah bidang politik, dengan demikian menjadi caleg harus dipahami sebagai sebuah kerja-kerja aktif dengan tidak membedakan kualifikasi BCAD atau ABCD (Aleg Bukan Caleg Doang)

Baiklah, bagaimana strategi ibu untuk menang?
Strategi menang ada dua, pertama adalah dengan memberikan makna kemenangan dalam diri dengan memperkuat hubungan kepada Alloh SWT sebagai Al-Malik yang akan memutuskan hamba-hambaNya yang akan berpartisipasi dalam pembuatan undang-undang bagi negerinya. Dalam keadaan istiqomah menjaga iman & taqwa dalam diri, saya akan senantiasa berdo’a Rabbana hablana min ajwadzina wa dzurriyatina qurrotaayyuna wa ja’alna lil muttaqina imama, yaitu saya meminta kepada Alloh untuk keluarga kami dapat dijadikan imam/pemimpin orang-orang yang bertaqwa.
Kedua adalah dengan memperkuat silaturahim dengan konstituen di daerah pemilihan dengan berbagai cara, terutama kunjungan dan dialog intensive dengan berbagai komunitas yang ada di masyarakat Bengkulu, untuk yang kedua ini insyaAlloh meski saya baru melahirkan anak yang ke lima pada pertengahan bulan november 2008 di Jakarta, saya diizinkan oleh suami untuk tinggal di Bengkulu dalam beberapa bulan menjelang pemilu.

Ok, terakhir ya, apa arti kemenangan bagi ibu?
Arti kemenangan ada dua pertama adalah kemenangan hakiki yaitu saya tetap berada dalam ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya bagaimanapun keadaannya apakah saya terpilih atau tidak terpilih. Yang kedua adalah kemenangan tanzimi yaitu saya berhasil dipilih dan dapat berperan sesuai dengan amanah struktur kepartaian atau struktur pemerintahan dalam hal ini menjadi Anggota Legislatif

Baiklah terima kasih atas jawaban ibu semoga Alloh memperkenankan do'a ibu dan semoga Alloh memberikan pertolongan atas perjuangan ibu.

Rabu, 29 Oktober 2008

Kisah Silsilah Seorang Putri Bumi Raflesia

Di antara datuk-datuk yang dikenal di masyarakat Bengkulu tersebutlah kakak beradik Datuk Meranau dan Datuk Markantab. Datuk Meranau sangat terkenal sebagai seorang yang kuat, pemberani dan berilmu. Pernah beberapa orang yang sedang berlayar di atas sampan menyaksikan datuk Meranau makan buah durian di mana kulitnya di buang ke sungai dan memanjang sepanjang 3 km perjalanan. Keberaniannnya pun tak diragukan dengan kecekatannya sang datuk mencungkil mata buaya yang tidak segera pergi ketika berada di hadapannya, dan sampai sekarang makamnya di Padang Serai di desa Sukaraja Seluma, dikeramatkan oleh banyak penduduk.

Datuk Meranau diketahui memiliki 2 orang putra dan 2 orang putri, yang putra dikenal bernama Datuk Jali dan adiknya adalah Datuk Jani. Di masa penjajahan Inggris atau Belanda, datuk-datuk tersebut sering melakukan penyergapan dan pengambilan harta mereka seperti kisah Robin Hood yang merampok harta orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin.

Di masa penjajahan pengaruh Islam memberikan pengaruh yang kuat dalam perjuangan umat Islam di Bengkulu, masa inilah masa hidup Datuk Jani yang juga dikaruniai 2 orang putra dan 2 orang putri sebagaimana bapaknya, salah seorang putranya adalah Datuk Haji Salim. Ia dikenal sebagai seorang yang fisiknya tinggi, besar dan kuat. Sejak muda ia sudah mengajarkan atau mendakwahkan Islam dan dikenal oleh masyarakat sebagai seorang guru ngaji yang aktif sampai masa tuanya. Bahkan ia tidak pernah absen setiap malam menjelang tidur ia mendongeng kepada cucu-cucunya yang berkunjung kepadanya. Selagi muda ia dijodohkan dan dinikahkan dengan Siti Ramlah anak dari Datuk Ahmad, dan dikarunia 2 orang putra 2 orang putri yaitu Sanul, Rahaswi, Lahmi, dan Nurbi. Selanjutnya Pada tahun 1987 ia pergi haji bersama besannya Datuk Haji Adam atas biaya dari anaknya yang bernama Rahaswi dan meninggal di Mekkah pada umur 75 tahun sesudah ia menyelesaikan seluruh prosesi ibadah hajinya.

Desa Jenggalu sebagaimana desa pada umumnya di Indonesia merupakan desa para petani dan perambah hutan, dan di kala itu, desa Jenggalu meupakan desa yang sangat miskin dan tertinggal, sehingga beberapa pemuda melakukan perjuangan hidupnya dengan berdagang. Salah satu pemuda itu adalah Rahaswi, sementara kakaknya Sanul memilih jalan hidup menjadi guru dan bertani, Rahaswi memilih berjualan barang pecah belah dimulai dari menggunakan kedua kakinya alias door to door alias mikul barang, kemudian pakai gerobak, lalu pakai sepeda, meningkat sepeda motor, selanjutnya mobil dan akhirnya sampailah ia membuka toko di pusat kota Bengkulu. Sudah barang tentu kisah sukses menyisipkan kisah kegagalan. Ia pun beberapa kali gagal dalam beberapa bisnis yang coba dijalani mulai dari jasa angkutan, kontraktor dan lain-lain. Bahkan di masa krisis moneter ia pun terpaksa mengalihkan bisnis penopang hidup keluarganya ke bisnis perhotelan yaitu Hotel Andalas Permai yang saat ini berdiri megah di bilangan Jalan Suprapto Raya (jalan cendrawasih), ia pun sukses mengembangkan agrobisnis dengan memiliki belasan hektar kelapa sawit yang produktif.

Sewaktu muda ia menikah dengan Hasnawani ia adalah anak dari Datuk Haji Adam dan cucu dari Datuk Duamar. Datuk Duamar dikenal oleh masyarakat bengkulu dengan julukan Datuk Belang, di sebut Datuk Belang karena badannya belang-belang dan dikenal berilmu serta berani dalam melakukan penghadangan untuk menyergap orang-orang belanda pada masa itu.

Dari pernikahannya lahirlah anak-anaknya yang berhasil mereka antarkan sampai pada pendidikan yang tinggi. Putri yang pertama adalah Erniwati, SSos (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia), yang kedua ialah Ir. Enriadi lulusan D3 di Universitas Indonesia, dan lulusan S1 dari Universitas Gajah Mada, saat ini ia di kenal sebagai pengusaha MLM dari PT K-Link Indonesia dengan peringkat Crown Ambasador, peringkat tertinggi dan prestisius hasilnya juga luar biasa dalam waktu yang singkat ia sudah memiliki asset berupa rumah pribadi, ruko pribadi, 3 mobil pribadi, bahkan keliling dunia sudah menjadi agenda tahunannya.

Anaknya yang ketiga ialah Efrianto lulusan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Jakarta, saat ini ia bekerja sebagai apoteker profesional di jaringan apotik Guardian yang merupakan unit bisnis dari grup bisnis Hero di Jakarta. Terakhir adalah yang paling bungsu ialah Esierawati lulusan S1 & S2 di Universitas Indonesia dan ia bersama keluarganya tinggal di Bekasi.

Sampai tulisan ini dibuat H. Rahaswi yang dikenal dengan panggilan Datuk Sui tercatat sudah tiga kali berangkat naik haji bersama istrinya dan terakhir bersama anaknya yang pertama dan menantunya yaitu Erniwati dan Zainul Arief pada tahun 2007, tak heran ia menjadi salah seorang tokoh masyarakat Bengkulu yang disegani dan berpengaruh. Pada awal pemilu demokratis tahun 1999 ia diangkat sebagai ketua majelis penasehat dan pertimbangan Partai Amanat Nasional wilayah Bengkulu. Pada tahun 2004 ia mengundurkan diri dan mengalihkan dukungannya bagi putri pertamanya Erniwati Ssos yang pada saat itu di amanahkan sebagai Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera.

Sejak duduk di SD sampai dengan SMU, Erniwati kecil dikenal sebagai anak yang aktif, cerdas, dan berprestasi ranking nomor satu, dua dan tiga sudah menjadi langganan di raportnya, sehingga tidak heran kemudian ia lulus tanpa tes (PMDK) dan diterima di Universitas Indonesia Jakarta. Pada masa remaja ia sudah memiliki kesadaran Islam yang baik, karena itu ia mengenakan jilbab selepas lulus SMU sampai sekarang, di masa kuliah ia dikenal sebagai aktifis dakwah kampus, dan ketika ia menikah pun ia memilih karir pada profesi yang mulia yaitu sebagai ibu rumah tangga, dan sangat aktif dalam dakwah dan mengajarkan Islam dalam kelompok-kelompok pengajian atau majlis taklim di lingkungan masyarakat.

Saat ini Erniwati tinggal di jalan Minyak (guru alif) Duren Tiga Pancoran Jakarta, rumah tersebut berada dekat dengan lingkungan komplek Pertamina dan tidak jauh dari Kantor Perwakilan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yang berada di jalan Duren Tiga Raya. Di rumah itu ia hidup bersama dengan suaminya H. Zainul Arief SE MM seorang trainer, konsultan manajemen, aktivis koperasi syariah, aktivis dakwah, dan pengusaha. Pernikahannya yang berlangsung pada tanggal 27 Juli 1996 di Kota Bengkulu, telah memberinya empat putra yaitu Muhammad Fida, Fauzan Abdurrahman, Fariz Ar Rasyid, dan Fatih Rabbani, yang ke lima insyaAlloh saat tulisan ini dibuat ia sedang menghitung hari.

Pada pemilu 2009 ini, kembali Hj. Erniwati SSos diamanahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera untuk menjadi Calon Anggota Legislatif DPR RI. Sebagai calon ia menyadari sepenuhnya posisi terpilihnya ia sebagai wakil masyarakat Bengkulu dikarenakan ia memiliki kapasitas moral, kapasitas intelektual, kapasitas sosial, kapasitas pengaruh, dan kapasitas politik yang lebih dari rata-rata.

Paling tidak untuk kapasitas politik Hj. Erniwati SSos telah membuktikan keterwakilan suaranya sebesar 100% terdapat di setiap kabupaten di seluruh provinsi Bengkulu pada pemilu 2004, bahkan keterwakilan suara terbesar berada pada 3 kabupaten terbesar yaitu Kota Bengkulu, Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan. Menyadari potensi ini maka pada pemilu 2009 ini, ia kembali meningkatkan dan menguatkan silaturahim di lingkungan keluarga besar yang selama ini telah dibangunnya melalui Jaringan Silaturahim Keluarga Datuk Haji Sui yang pada tahun ini diharapkan mencapai 90% di tingkat kecamatan, dan 80% di tingkat desa.

Dengan demikian Islam sebagai kenikmatan yang sempurna dapat disebarkan, dibagikan dan dirasakan oleh masyarakat Bengkulu, sampai benarlah apa yang dikatakan Alloh dan RosulNya, bahwa Bengkulu dapat menjadi bagian dari Negeri yang Baldatun Thoyibun wa Rabbun Ghafur, yang penduduknya mendapatkan keberkahan dari langit dan dari bumi dikarenakan penduduknya beriman dan bertaqwa.

Selasa, 09 September 2008

Bergabunglah bersama 1.000an Relawan Bangkitkan Bengkulu


Fokus Pemikiran dan Perjuangan saya bila Alloh mengamanahkan saya sebagai Anggota Legislatif DPRRI adalah Mensejahterakan Petani Bengkulu. Sebagaimana daerah lain di Indonesia, Bengkulu merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, oleh karena itu kalimat kesejahteraan harus ditujukan terlebih dahulu kepada para petani. Bila petani sudah menjadi petani yang profesional dan petani menjadi pilihan profesi yang bergengsi, mereka insyaAlloh akan sejahtera, dan bila petani sejahtera maka seluruh Bengkulu akan terimbas seketika dengan kesejahteraan, Allohu Akbar!


Untuk merealisasikan perjuangan saya tersebut maka kepada para petani Bengkulu di mana mereka adalah saudara-saudara saya, saya meminta do'a dan dukungan yang ikhlas anda dengan segera bergabung dengan ribuan Relawan Bangkitkan Bengkulu yang diharapkan menyebar mulai dari MUKO-MUKO, BENGKULU UTARA, LEBONG, REJANG LEBONG, KEPAHIANG, BENGKULU TENGAH, BENGKULU KOTA, SELUMA, BENGKULU SELATAN, sampai KAUR

Jika anda adalah orang yang Bersemangat, siap berkorban dan berjuang, Memiliki kepedulian terhadap permasalahan masyarakat dan lingkungan dan Menguasai wilayah teritorial terdekat dengan tempat tinggalnya. Maka Anda akan mempunyai Peran yang sangat penting dalam Memberikan edukasi politik yang jujur kepada masyarakat, Memediasi permasalahan di lingkungan tempat tinggalnya dan Mengawasi dan mengawal kemenangan bagi partai dakwah

Karena itu, Saudara-saudaraku di manapun Anda berada baik yang lahir atau yang berasal dari daerah Lubuk Pinang, Mukomuko Selatan, Mukomuko Utara, Pondok Suguh, Teras Terunjam, Air Besi, Air Napal, Arga Makmur, Batik Nau, Enggano, Giri Mulia, Kerkap, Ketahun, Lais, Napal Putih, Lebong Atas, Lebong Selatan, Lebong Tengah, Lebong Utara, Rimbo Pengadang, Padang Beno, Bermani Ulu, Curup, Kota Padang, Padang Ulak Tanding, Selupu Rejang, Sindang Kelingi, Bermani Ilir, Kepahiang, Tebat Karai, Ujan Mas, Merigi, Muara Kemumu, Kabawetan, Ujan Nasi, Karang Tinggi, Padang Jaya, Pagar Jati, Pematang Tiga, Pondok Kelapa, Putri Hijau, Taba Penanjung, Talang Empat, Gading Cempaka, Kampung Melayu, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Ratu Samban, Selebar, Sungai Serut, Teluk Segara, Air Periukan, Sukaraja, Lubuk Sandi, Seluma, Seluma Barat, Seluma Selatan, Seluma Timur, Seluma Utara, Semidang Alas, Semidang Alas Maras, Ilir Talo, Talo, Talo Kecil, Ulu Talo, Kota Manna, Manna, Pasar Manna, Pino, Pinoraya, Seginim, Kedurang Ilir, Bunga Mas, Ulu Manna, Air Nipis, Kedurang, Kaur Selatan, Kaur Tengah, Kaur Utara, Kinal, Maje, Nasal, Tanjung Kemuning dan daerah lain di Bengkulu yang belum saya sebutkan marilah kita bersama-sama membangun Bengkulu bersama dengan mengajak saudara-saudara kita di manapun ia berada untuk bergabung dengan Relawan Bangkitkan Bengkulu.

Anda SMSkan nama, alamat asal desa, kecamatan, kabupaten, dan telephone atau handphone ke Ketua Umum Relawan Bangkitkan Bengkulu Bapak H. Rahaswi Salim (Datuk Sui) 081373388340 atau Ir. Enriadi 081806576843 atau email ke erni4pks8@yahoo.com